HOME
PROFILE
EVENT
ARTICLE
PARTNERS
GALLERY
CAREER

PPDB 2020/2021


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 34.238.190.122
Pengunjung : 566.574


Newsflash :
MEMPERTIMBANGKAN SITUASI PANDEMI COVID-19, PEMBERLAKUAN PSBB DKI JAKARTA, DAN DEMI KELANCARAN OPERASIONAL SEKOLAH MAKA YAYASAN TARAKANITA MEMUTUSKAN MELAKUKAN PENUNDAAN RELOKASI SD TARAKANITA 2 DAN SMP TARAKANITA 1 KE JL. PULO RAYA IV/17, DAN SMK TARAKANITA KE JL. WOLTER MONGINSIDI 118. RELOKASI AKAN DILAKUKAN 1 JANUARI 2021. UNTUK KBM SEMESTER I 2020-2021 AKAN TETAP DILAKSANAKAN DI LOKASI SEKOLAH SAAT INI.             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA No : 128/BP.keb/YT/IV/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH ( PJJ ) PESERTA DIDIK, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 30 APRIL 2020. MASUK SEKOLAH KEMBALI TANGGAL 4 MEI 2020, DENGAN CATATAN SITUASI DAN KONDISI SUDAH MEMUNGKINKAN.             |             2. KARYAWAN KANTOR PUSAT, KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH TARAKANITA TANGERANG, SURABAYA, JAKARTA MELAKUKAN PEKERJAAN DARI RUMAH ( WORK FROM HOME ) SECARA PENUH TANGGAL 15 - 24 APRIL 2020, DAN MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING DIMULAI PADA TANGGAL 27 APRIL 2020. KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH DI BENGKULU, LAHAT, JAWA TENGAH, DAN YOGYAKARTA MULAI TANGGAL 15 APRIL 2020 MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING ( BERGANTIAN ). TERIMA KASIH             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA NO : 123/BP.skpjj/YT/III/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PPJ) / DARING UNTUK PESERTA DIDIK DAN WORK FROM HOME PENUH (UNTUK WILAYAH JAKARTA, TANGERANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN JAWA TENGAH) MAUPUN SHIFTING ( UNTUK WILAYAH BENGKULU DAN LAHAT) UNTUK KARYAWAN, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 3 APRIL 2020             |             2. TANGGAL 6 S.D 14 APRIL 2020 LIBUR PASKAH UNTUK SELURUH SISWA DAN KARYAWAN             |             3. TANGGAL 15 APRIL 2020 DIRENCANAKAN MASUK KERJA DAN SEKOLAH SEPERTI BIASA, DENGAN MELIHAT SITUASI DAN KONDISI, YANG AKAN DIPUTUSKAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA KEMUDIAN. TERIMA KASIH             |             * UNTUK SEMENTARA BERLAKU DI TARAKANITA WILAYAH JAKARTA & TANGERANG, UNTUK WILAYAH LAIN BERLAKU SHIFTING / KARYAWAN BERGANTIAN WORK FROM HOME.             |             SEHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 MAKA OPERASIONAL DI KANTOR PUSAT - KANTOR WILAYAH - SEKOLAH TARAKANITA, DITIADAKAN MULAI TANGGAL 20 MARET S/D 29 MARET 2020. SELANJUTNYA PROSES BELAJAR MENGAJAR DILAKUKAN JARAK JAUH DAN LAYANAN OPERASIONAL DENGAN WORK FROM HOME. TERIMA KASIH

Artikel :



Kerendahan Hati untuk Melayani


Senin; 10 April 2017 [Admin, TARAKANITA LAHAT] - Artikel Umum

“Meskipun dalam rupa Allah tetapi Ia tidak mempertahankan kesetaraan-Nya dengan Allah, mengosongkan Diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan merendahkan Diri-Nya, menjadi taat sampai mati di kayu salib.” (Fil 2:6-8). Dalam Liturgi Gereja Katolik dikenal Trihari Suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Suci (Vigili Paskah)-Minggu Paskah. Selama tiga hari suci ini, Gereja merayakan misteri terbesar karya penebusan: sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus. Kamis Putih adalah hari pertama dari Tri Hari Suci Paskah. Pada hari tersebut kita merayakan kembali perjamuan Malam Terakhir yang dilakukan Yesus bersama 12 Rasul. Yesus menunjukkan kasih-Nya hingga rela kehilangan nyawa bagi umat manusia. Pada malam itu Yesus menyerahkan tubuh dan Darah-Nya pada Bapa di Surga dalam wujud roti dan anggur yang diberikan kepada para rasul. Saat juga Yesus membasuh kaki para Rasul dan meminta mereka untuk saling melayani. Ia melepas jubahNya, pakaian kehormatan sebagai simbol orang yang dikasihi dan dihormati. Ia hanya mengenakan kain yang dililitkan pada pinggang-Nya, layaknya hamba atau budak yang siap membasuh kaki tuannya.

Tindakan Yesus membasuh kaki merupakan tindakan simbolis yang menyimbolkan penyerahan diri, pembersihan, pengampunan, pembaharuan, kemuridan dan ibadah. Penyerahan diri yang dimaksudkan adalah penyerahan diri Yesus dalam kematian untuk membersihkan orang lain. Pembasuhan kaki yang Yesus lakukan juga menyimbolkan kerendahan hati dan keinginan untuk menjadi hamba yang mau melayani orang yang hina sekalipun. Yesus pada malam perjamuan terakir memberikan ajaran baru yakni manusia harus melanyani satu sama lain, karena setiap manusia adalah citra Allah, bermartabat sama.

Tindakan menanggalkan jubah dan mencuci serta mengeringkan kaki para murid mau mengatakan bahwa “jika seseorang tidak bisa menanggalkan keterikatan pada status dan jabatannya yang membuatnya menjadi sombong dan angkuh maka ia tidak mungkin dapat melayani dengan tuntas, dengan cinta yang sempurna.” Sikap merendahkan diri inilah makna pertama ajaran pembasuhan kaki. Ajaran keteladanan untuk merendahkan diri dalam melayani Tuhan dan sesama. Sikap ini tidak mudah dilakukan ketika manusia terbelenggu sikap egois, angkuh, sombong, merasa diri benar, merasa diri berkuasa dan mudah meremehkan yang lain. Dengan kata lain, selama kesombongan dan keangkuhan akan pangkat dan kedudukan masih melekat erat dalam hati dan pikiran kita, maka pelayanan yang kita lakukan hanyalah sebuah tindakan penonjolan diri yang didorong oleh keinginan untuk mendapatkan penghormatan dan penghargaan yang lebih dari orang lain, dan bukannya sebuah tindakan cinta yang dilandasi oleh pengorbanan diri. Karena itu, yang seharusnya kita tanggalkan adalah keterikatan terhadap semua yang kita miliki dan mulailah melayani orang lain di sekitar kita. Hanya mereka yang memiliki sifat rendah hatilah yang mampu melayani dengan cinta yang besar.

Kita bukanlah seorang hamba, tapi ketika melayani sebagai seorang hamba maka kita telah membuat semua mata memandang kagum dan hati merenungi tentang siapakah kita bagi mereka. Itulah makna kehadiran sebagai berkat bagi orang lain. Itulah roti yang terpecah-pecah dan memberi berkat bagi orang lain. Kita diingatkan akan pesan Yesus “Aku telah memberikan kepadamu sebuah contoh untuk berbuat, untuk melayani, Aku telah melakukannya untukmu, maka perbuatlah juga seorang kepada yang lain.” Mari kita membersihkan hati, jiwa dan akal budi dari aneka macam kekotoran, yang membuat hati, jiwa dan akal budi kita tidak jernih. Dengan demikian kita akan tergerak atau termotivasi untuk hidup dan bertindak saling melayani dengan rendah hati. Semoga***tw

 







Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :